PENGABDIAN MASYARAKAT INTERNASIONAL MELALUI SEMINAR HYBRID BERBASIS MIRRORING CLASS DALAM FESTIVAL BUDAYA INDONESIA-RUSIA

Penulis

  • Ade Reza Hariyadi Fakultas Ilmu Administrasi
  • Ali Johardi Fakultas Hukum Universitas
  • Sari Ningsih Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana
  • Budi Supriyatno Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana
  • Pretty Failasufa Aziza Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana
  • Kiky Setyawati Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana
  • Saefudin Zuhri Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana
  • Ike Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana
  • Elena Plaksina Ural State Pedagogical University
  • Roman Porosov [email protected]
  • Alena Postnikova Ural State Pedagogical University
  • Meita Istianda Universitas Terbuka
  • Daria Starkova Ural State Pedagogical University
  • A. Petukhova Ural State Pedagogical University
  • Natalia Zavialova Ural State Pedagogical University
  • Svetlana Eryomina Ural State Pedagogical University
  • Elena Kolesova Ural State Pedagogical University
  • Anisa Pramitasari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana
  • Achmad Sulistyono Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana
  • Catarina Cori Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana

DOI:

https://doi.org/10.61488/sikama.v3i2.1007

Kata Kunci:

Pengabdian Masyarakat, Internasional, mirroring class, literasi budaya

Abstrak

Pengabdian masyarakat internasional merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang strategis dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dan penguatan literasi global masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan dampak kegiatan pengabdian masyarakat internasional melalui seminar hybrid berbasis mirroring class dalam rangka Festival Budaya Indonesia–Rusia. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Oktober 2025 dengan melibatkan narasumber dari Indonesia dan Rusia serta peserta yang berasal dari mahasiswa, pelajar sekolah menengah, guru, akademisi, dan masyarakat umum. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang memadukan seminar hybrid (luring dan daring) dengan mirroring class untuk mendorong pembelajaran dua arah dan dialog lintas budaya. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi kegiatan, dan catatan diskusi, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model seminar hybrid berbasis mirroring class mampu memperluas akses partisipasi masyarakat, meningkatkan keterlibatan peserta, serta memperkuat pemahaman lintas budaya dan lintas bahasa. Selain berdampak secara akademik, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana diplomasi budaya berbasis pendidikan yang inklusif dan partisipatif. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pengabdian masyarakat internasional yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan di era transformasi digital.

Referensi

1. Altbach, P. G., & Knight, J. (2007). The internationalization of higher education: Motivations and realities. Journal of Studies in International Education, 11(3–4), 290–305.

2. Deardorff, D. K. (2006). Identification and assessment of intercultural competence as a student outcome of internationalization. Journal of Studies in International Education, 10(3), 241–266.

3. Education, G. C. (2015). Topics and learning objectives. Organisation des Nations Unies pour l’éducation, la science et la culture. Printed in France.

4. Knight, J. (2012). Concepts, rationales, and interpretive frameworks in the internationalization of higher education. The SAGE Handbook of International Higher Education, 27–42.

5. O’Dowd, R. (2018). From telecollaboration to virtual exchange: State-of-the-art and the role of UNICollaboration in moving forward. Journal of Virtual Exchange, 1, 1–23

6. Salmon, G. (2013). E-tivities: The key to active online learning. New York: Routledge.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-31

Terbitan

Bagian

Artikel